Rabu, 13 Juni 2012

PARTAI KOMUNIS INDONESIA (PKI)


Tahun Berdiri
   
1920
Tokoh Pelopor/Pendiri
   
Semaun, Darsono, Snevliet
Bentuk Organisasi
   
Politik
Tujuan Organisasi
   
Untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh dan Raya Indonesia.
Azaz
  

a.  Indonesia ingin menentukan nasib sendiri
b.  Bangsa Indonesia mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri
c.  Bangsa Indonesia harus bersatu melawan penjajah
Faktor yang menyebabkan PKI berkembang pesat
   
a.  Propagandanya yang sangat menarik
b.  Memiliki pemimpin yang berjiwa kerakyatan
c.   Pandai merebut massa rakyat yang tergabung dalam partai lain
d.  Sikapnya yang tegas terhadap pemerintah kolonial dan kapitalis
e.  Di kalangan rakyat terdapat harapan bahwa PKI bisa menggantikan Ratu Adil
Strategi Organisasi
   
Pemberontakan G30S/PKI
Sikap Terhadap Hindia-Belanda
   
Non Kooperataif
TENTANG ORGANISASI
Pasti nama PKI tidak asing lagi bagi kita. PKI merupakan salah satu partai yang didirikan dalam gelombang pertama perjuangan anti Belanda. Partai komunis pertama yang didirikan di Asia di luar Uni Soviet yang strateginya mendahului strategi PK Cina ini, mulanya berasal dari sebuah organisasi bernama ISDV (Indische Social Demokratische Vereniging). Mau tahu sekilas ceritanya??? Ini dia…
Awalnya, paham Marxisme masuk dan tertanam di Indonesia sejak Perang Dunia I belum dimulai. Abad ke-20, banyak para pegawai Belanda datang ke Indonesia. Salah satunya adalah Henk Sneevliet. Ia merupakan pemimpin sayap kiri Serikat Buruh Kereta Api, yang sebelumnya merupakan tokoh sayap kiri gerakan sosialis. Sneevliet terpaksa mengungsi ke Indonesia pada tahun 1913 setelah dimasukkan daftar hitam oleh birokrasi reformis dan kaum majikan. Sneevliet berhasil dalam pengertiannya atas pembelajaran Marxisme dan cara mengorganisir kaum buruh dan kepemimpinan organisasi kelas buruh. Sehingga pada 9 Mei 1914, Sneevliet bersama kawan – kawan sosialis lainnya (J.A. Brandsteder, H.W. Dekker, P. Bergsma) mendirikan Indische Social Demokratische Vereniging (ISDV). Organisasi politik yang tujuannya untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Indonesia. Namun, tampaknya organisasi baru ini kurang mengakar dalam masyarakat Indonesia, tidak seperti Sarekat Islam yang saat itu sangat besar massa-nya. Nah, karena faktor itulah Sneevliet dan kawan – kawan menganggap akan lebih efektif pengaruh Marxisme apabila bersekutu dengan gerakan yang lebih besar. Gerakan Insulinde-lah yang menjadi awal sasaran mereka. Namun, usaha mereka gagal. Setelah 1 tahun, mereka bubar dikarenakan Insulinde ternyata tak memenuhi sasaran dan tujuan ISDV.
Sasaran ke-dua ISDV adalah gerakan raksasa ‘Sarekat Islam’. Strategi mereka sewaktu itu dengan melakukan infiltrasi (penyusupan) sebagai anggota ISDV dan SI. Sehingga, dalam kurun waktu 1 tahun, ISDV memiliki pengaruh kuat dalam kalangan anggota SI. Selain itu, dengan menggunakan momentum keadaan buruh akibat Perang Dunia I membuahkan hasil. Faktor mudahnya ISDV melakukan infiltrasi termasuk karena adanya kemelut dalam tubuh SI, adanya disiplin partai, juga Central Sarekat Islam (CSI) sebagai badan koordinasi pusat SI masih sangat lemah kekuasaannya. Sehingga cabang – cabang SI bertindak sendiri – sendiri secara bebas. Menjadikan pemimpin muda Sarekat Islam menjadi pemimpin ISDV, juga merupakan strategi mereka. Namun, ISDV semakin mengalami ‘kegelisahan’ terutama setelah terjadi depresi saat krisis November. Ditambah lagi orang – orang Eropa anggota ISDV, mulai dipenjarakan dan diusir dari Hindia Belanda, 1919, saat sikap Belanda lebih keras, setelah krisis November tersebut. Menjadikan, para tokoh Indonesia berinisiatif untuk menjadi pemimpin ISDV di Indonesia. Tersebutlah, Semaun dan Darsono.
23 Mei 1920, merupakan hari bersejarah dalam perjalanan organisasi ini. Pada saat itu, ISDV diganti dengan nama baru, Partai Komunis Hindia, oleh Semaun. Tujuh bulan kemudian, tepatnya Desember 1920, partai ini mengubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia, dengan tetap ketuanya, Semaun.
Karena sebab “disiplin partai”, usaha Semaun untuk perbaiki hubungan dengan Sarekat Islam tergolong gagal. SI akhirnya pecah, dan Sarekat Islam Merah diputuskan berada di bawah pengajaran ideology komunis oleh PKI. Dan pada Kongres Desember 1924, di Kota Gede, Yogyakarta, meleburlah Sarekat Rakyat (Sarekat Islam Merah) menjadi anggota PKI. PKI berkembang begitu besar dan cepat. Dengan paham Marxisme-nya yang semakin radikal. Pemberontakan terjadi di mana – mana, namun selalu berhasil dipadamkan oleh pemerintah kolonial. Puluhan ribu pengikut PKI ditangkap dan dipenjarakan serta dibuang ke Tanah Merah, Digu Atas, dan Papua.
PKI telah sesaat ‘bersemi kembali’ 10 tahun kemudian, saat Musso,salah satu tokoh komunis kembali ke Indonesia, mencoba membangkitkan semangat komunis, namun tak berhasil, karena ternyata Belanda tak mau melunakkan sikapnya pada kaum komunis Indonesia, hingga Jepang datang ke Indonesia. Musso sendiri kembali meninggalkan Indonesia pada 1936. Walaupun PKI tergolong partai illegal, namun mereka masih melakukan kegiatan politiknya, dengan tetap memperjuangkan aksi revolusioner di Indonesia. Kemudian, gerakan utama kaum kounis disalurkan melalui ‘Gerindo’ dengan tokoh utamanya, Amir Syarifuddin.
Pemberontakan tahun 1926 tergolong sia – sia. Atasnya, PKI telah mengorbankan ribuan orang yang termakan hasutan untuk ikut serta dalam pemberontakan. Dampak buruk lain, menimpa para pejuang pergerakan nasional, berupa pengekangan dan penindasan yang lebih hebat dari pemerintah kolonial, sehingga sama sekali tak punya ruang gerak.
TOKOH ORGANISASI

ð Semaun, Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia (PKI), dan pernah ikut dalam Komintern.
Semaun pertama kali menyapa dunia di Curahmalang, Jombang, Jawa Timur sekitar tahun 1899. Anak dari tukang batu di jawatan kereta api, Prawiroatmodjo. Walaupun bukan anak seorang priyayi, semaun dapat mengenyam bangku pendidikan di sekolah Twedee Klas (sekolah bumiputera tingkat dua) dan kemudian bekerja di Staatsspoor (SS) Surabaya sebagai juru tulis.
Semaun telah terjun di kancah politik pada usianya yang masih belia—berumur sekitar 14 tahun. Pada tahun 1914 Semaun bergabung dengan Sarekat Islam (SI) Surabaya. Setahun setelah Semaun bergabung dengan SI, 1915, dia bertemu dengan Nom de Guerre—nama samaran dalam perjuangan Henk Sneevliet, yang kemudian diajak bergabung ke Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV)—organisasi sosial demokrat Hindia Belanda. Semaun kemudian juga bergabung dalam Vereeniging voor Spoor-en Tramwegpersoneel  (VSTP)—serikat buruh kereta api dan trem.
Pada tahun 1916 Semaun pindah ke Semarang karena dia diangkat menjadi propagandis VSTP, dan otomatis dia melepaskan pekerjaannya di Staatsspoor.

  ð Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap lahir pada 27 April 1907 merupakan seorang tokoh Indonesia, mantan menteri dan perdana menteri pada awal berdirinya negara Indonesia juga mantan pemimpin Gerindo dan Partindo Surabaya. (Klik Di sini)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar